10 Ribu Balita di Kabupaten Blitar Menderita Stunting

10 Ribu Balita di Kabupaten Blitar Menderita Stunting
ILLUSTRASI: Pemicu stunting pada balita. GRAFIS: KEMKES.GO.ID

BLITAR | PETAPORTAL-Diam-diam tak kurang dari 10 ribu anak berusia bawah lima tahun (balita) di Kabupaten Blitar menderita
stunting atau gizi buruk.

Prevalensi anak usia 0-5 tahun yang mengalami kasus gizi kronis tersebut terungkap dari hasil pendataan selama pelaksanaan bulan
timbang yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Blitar sepanjang bentang Februari hingga Agustus tahun 2019 ini.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Pemkab Blitar Miftahul Huda mengatakan salah satu tujuan pelaksanaan bulan timbang adalah untuk mengetahui kondisi balita yang terindikasi mengalami stunting.

Dia menjelaskan, dari total 77.051 bayi berusia 0-5 tahun sudah ada 55.885 sasaran yang terdata sepanjang pelaksanaan bulan
timbang.

Hasilnya menyatakan bahwa 18,06 persen balita di Kabupaten Blitar atau sekitar 10 ribu balita menderita penyakit ini. Sedangkan sisanya yang belum terdata yakni sekitar 21.166 sasaran akan diselesaikan pada bulan ini.

"Sepanjang bulan Februari dan Agustus kita mengadakan bulan timbang terdapat sekitar 10 ribuan balita di Kabupaten Blitar menderita stunting," ujar Miftahul Huda, Senin (26/08/2019).

Menurut dia, stunting sendiri bisa diartikan sebagai pertumbuhan yang terhambat akibat gizi buruk, infeksi berulang dan stimulasi
psikososial yang tidak memadai. Dalam pengertian yang lebih sempit, stunting kerap dikaitkan dengan kekerdilan alias tinggi badan
yang tidak normal pada anak.

Stunting terutama disebabkan karena gizi buruk, entah itu gizi buruk pada ibu atau gizi buruk pada anak di periode emas tumbuh
kembangnya.

"Intinya, stunting adalah pertubuhan tubuh yang tidak normal dan tidak sesuai dengan usianya. Indikator utamanya adalah kekurangan
asupan gizi serta pola asuh dari orang tua," ungkap Miftahul Huda.

Sambung dia, pihaknya sudah melakukan pelbagai upaya untuk mencegah stunting, Di antaranya memberikan pemahaman kepada ibu hamil tentang pentingnya asupan gizi yang sehat tepatnya pada masa 1000 hari pertama kehidupan bayi.

"Yang pasti kita gencar melakukan sosialisasi soal antisipasi kasus ini yakni dengan memberikan asupan gizi pada masa 1.000 hari pertama kehidupan bayi," tandas Miftahul Huda. ||

 

Bagikan melalui: