Marhaenis : Saatnya Kabupaten Blitar Peduli Lansia

Marhaenis : Saatnya Kabupaten Blitar Peduli Lansia
Gemas Sakti. Progam untuk melakukan upaya kecintaan terhadap nasip lansia yang dilakukan oleh Dinas Sosial Kabupaten Blitar. Foto: PETAPORTAL/Dokumen

BLITAR | PETAPORTAL – Ketua Komisi Daerah Lanjut Usia (Komda Lansia) Kabupaten Blitar Marhaenis UW meminta pada pemerintah daerah untuk terus berupaya menyejahterakan dan memperhatikan usia lanjut. Himbaun ini disampaiakn sebagai rasa kecintaan orang nomer dua di kabupaten Blitar terhadap kondisi para lansia yang tinggal di kabupaten Blitar.

Marhaenis menegaskan pemerintah harus selalu proaktif dan semangat dalam menjaga lansia di kabupaten Blitar. Upaya yang dilakukan pemerintah Blitar juga harus diimbangi dengan inovasi kinerja yang dilakukan oleh OPD terkait. Diharapkan dengan adanya inovasi kinerja tersebut maka para lansia yang ada di kabupaten Blitar akan lebih terjamin baik dari sisi kesehatan, dan semua keperluan lansia termasuk olah raga. “Pemda Blitar saat ini tengah gencar mengupaya kepedulian pada lansia, diharapkan dengan kepedulian ini akan tumbuh semangat untuk memeberikan yang terbaik progam pemerintah bagi lansia,” terangnya pada wartawan.

Sementara itu Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Dinas Sosial telah meluncurkan progam  inovasi untuk peduli kepada warga lanjut usia dengan program Gemass Sakti (Gerakan Bersama Sayangi Lansia Sakit dan Tidak Mampu). Salah satu bentuk kegiatannya adalah kunjungan kepada Mbah Giyem, warga Lansia sakit di Desa Pojok, Kecamatan Ponggok oleh Dinas Sosial pada Senin (15/7/2019) dan Dinas Kesehatan pada Jumat (19/7/2019). Mbah Giyem sendiri merupakan peserta PBI-KIS (Penerima Bantuan Iuran – Kartu Indonesia Sehat).

Dalam kesempatan kunjungan langsung tersebut turut menyertai dinas Kesehatan Kabupaten Blitar yang langsung melakukan pemeriksaan standar Posyandu Lansia oleh dr. Inaka dan tim. Selain pemeriksaan, Dinkes memberikan obat juga menyarankan mbah Giyem untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut ke Puskesmas setempat.

Berdasarkan data yang bersil disimpulkanoleh dinas sosial kondisi mbah Giyem belum melakukan pemeriksaan karena takut dengan jarum suntik. Meski begitu, pemerintah Kabupaten Blitar lewat Gemass Sakti terus membantu dan mengarahkan keluarga mbah Giyem untuk melakukan pengobatan lebih lanjut ke Puskesmas setempat. Diharapkan dengan lahirnya progam Gemas Sakti kondisi lansia di kabupaten Blitar akan cepat dapat ditanggani oleh dinas terkait. []

Bagikan melalui: