Memoles Pariwisata Blitar Dihadapan Kemenlu

Memoles Pariwisata Blitar Dihadapan Kemenlu
Cinderamata. Bupati Blitar, Rijanto saat memberikan cinderamata pada salah satu perwakilan pejabat Kementrian Luar Negeri di pendopo Ronggo Hadi Negoro. Foto: ALIVIA/PETAPORTAL

BLITAR | PETAPORTAL – Pemerintah kabupaten Blitar mendaptkan angin segar dalam meningkatkan potensi wisata di daerah. Potensi pengembangan wisata tersebut didapatkan sesaat setelah Bupati Blitar Rijanto menerima jajaran kementerian luar negeri di pendopo Ronggo Hadi Negoro.

Kesempatan memaparkan potensi wisata ini didapat usai pihak Kemenlu RI mengunjungi wisata kampung coklat yang berada di Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar sebagai tindak lanjut atas kerjasama wisata yang berisifat Goverment to Goverment (G to G )  dengan negara Kamboja. Selain itu, pada kesempatan kunjungan tersebut, rombongan Kemenlu RI juga mengunjungi sejumlah wisata di Blitar yang memiliki potensi investasi tingi sebagai pengembangan destinasi wisata.

Dalam pemaparan itu turut hadir Kepala OPD terkait seperti Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP, Kepala Disparbudpora, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Kepala Bapenda, serta perwakilan pengusaha yang ada di Blitar itu dikemas dengan diskusi bersama.

Dalam sambutannya, Bupati Blitar, Drs H Rijanto MM berharap adanya kegiatan seperti ini bisa semakin memajukan Kabupaten Blitar. Menurut Bupati, kedatangan pihak Kemenlu sudah kedua kalinya. Hal ini menunjukkan bahwa ada tindak lanjut dari Kemenlu RI.

"Semoga diskusi kita kali ini bisa menghasilkan kerjasama yang baik. Sehingga bisa semakin memajukan Kabupaten Blitar setta Indonesia," ujarnya.

Orang nomor satu di Kabupaten Blitar ini menjelaskan, banyak potensi investasi yang ada di Kabupaten Blitar. Diantaranya Kabupaten Blitar merupakan penghasil ikan koi terbaik untuk indonesia. Menurutnya, koi Kabupaten Blitar sangat diminati oleh masyarakat dikota besar, seperti Jakarta, Semarang, Kalimantan, Bali, NTT, Sumatera dan lain-lain.

"Selain kota besar yang ada di Indonesia, koi produk kota ini juga sudah diminati oleh negara tetangga, seperti Singapore, Malaysia, serta negera di Timu Tengah, yakni Dubai. Makanya kita mohon Kemenlu Ri bisa memudahkan bisa prokosi kita disana," paparnya.

Selain itu, lanjut Bupati, produksi coklat Kabupaten Blitar tidak kalah dengan coklat asal negara Swis. Coklat yang dihasilkan oleh kampung coklat sangat diminati masyarakat. Terbukti pengunjung diwisata kampung coklat sangat luar biasa. Bahkan saat hari libur pengunjungnya mencapai 10 ribu orang.

"Beberapa kali, pengunjung juga berasal dari luar negeri, yakni Malaisya dan Singapore. Ini berarti coklat ini sudah go internasional. Nah apalagi kalau nanti dibantu Kemenlu, maka bisa kersama dengan luar negeri," tandasnya.

Bupati menambahkan, potensi lain di Kabupaten Blitar ada produksi telur yang perharinya mampu menghasilkan 450 ton. Kemudian tananman kopi, dimana di Kabupaten Blitar mempunyai beberapa kebun kopi. "Ada juga sapi perah ada yang dikelola maayarakat dan koperasi. Kebetulan dengan adanya pelayanan yang baik, ada inveator yang dikelola granfield. Kedepan jarapan kita bisa terus meningkatkan kerja dalam membangun daerah, terutama kerjasama dengan luar negeri," imhuhnya.

Sementara itu, Sekretaris Dirjen Asia Pasifik dan Afrika, Rosi Verona mengatakan, program yang dimiliki Pemkab Blitar sejalan dengan program Kemenlu RI. Sehingga pihaknya berkunjung ke Kabupaten Blitar dalam rangka sinergi dan memajukan bersama.

"Dalam sinergi ini kita punya dua tugas, yakni mempromosikan, dan menjembatani. Jadi dalam membangun sinergi kedepan tidak berhenti disini. Kita siap memfasilitasi potensi yang ada di Kabupaten Blitar untuk go internasional," tutupnya.[HMS/ADV]

Bagikan melalui: