Pantau Hilal, Bupati Blitar Sematkan Bukit Banjarsari Sebagai Wisata Religi

Pantau Hilal, Bupati Blitar Sematkan Bukit Banjarsari Sebagai Wisata Religi
lihat. Bupati Blitar, Rijanto didampingi oleh Kapolres Blitar, Anisrullah saat melihat hilal di bukit Banjarsari yang akan dijadikan kawasan wisata religi. Foto : PETAPORTAL/ALIVIA

BLITAR | PETAPORTAL – Pantau Hilal untuk penentuan 1 Syawal 1440 H, Bupati Blitar Rijanto melihat sisi berbeda bukit Banjarsari yang dapat dijadikan area wisata religi. Ungkapan ini diutarakan langsung oleh orang nomer satu di Blitar pada awak media yang sedari siang menunggu kedatangannya untuk melihat hilal penentuan idul fitri.

Disisi lain Pemerintah Kabupaten Blitar melakukan pantauan Rukyatul Hilal di Bukit Banjarsari Kecamatan Wonotirto merupakan kali pertama ini dalam sejarah melihat bulan di wilayah Blitar. Rijanto memilih terlibat langsung dalam penentuan awal Ramadhan 1440 H maupun penentuan 1 Syawal 1440 H. Keterlibatan Rijanto sekaligus juga menegaskan untuk menjadikan bukit Banjarsari sebagai salah satu destinasi wisata religi dilingkungan wilayah Blitar.

Dalam sambutannya, Bupati Blitar, Drs H Rijanto MM mengatakan, ini merupakan salah satu metode untuk menentukan 1 Syawal. Hasil pantauan ini nanti akan menyatu dengan sejumlah tempat di wilayah nusantara ini sebagai bahan pertimbangan Pemerintah Pusat. Sebelumnya penentuan hilal dilakukan di pantai Serang, namun sejak tahun ini hilal akan selalu di lihat di wilayah bukit Banjarsari. "Setelah melalui berbagai pertimbangan, mulai tahun in Rukyatul Hilal akhirnya kita pindah ke bukit Banjarsari. Semoga kegiatan Rukyatul Hilal di Blitar yang tempatnya di bukit Banjarsari membuahkan hasil," ujar Bupati.

Orang nomor satu di Kabupaten Blitar ini menuturkan, kondisi bukit Banjarsari snagat indah. Bahkan ia menyebut, bukit Banjarsari ini menjadi wisata religi untuk Kabupaten Blitar yang patut dibanggakan. Dimana puncak bukit ini akhirnya ditetapkan setiap tahun untuk Rukyatul Hilal. "Dengan kegiatan semacam ini, semoga semakin menambah siar agama Islam dan semakin menambahkan keimanan ketakwaan kita kepada Allah," tandasnya.

Bupati mengungkapkan, persoalan bulan itu bisa terlihat atau tidak akan diserahkan pada ahlinya melalui proses menggunakan allat-alat yang sangat canggih dan bagus. Sementara hasilnya akan diiadakan sidang isbat. "Semoga tahun depan kita dipertemukan lagi dengan bulan Ramadhan dan kita dipertemukan lagi dengan bulan Syawal atau Idul Fitri," harapnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Blitar, Suhadi mengatakan, kondisi cuaca di Bukit Banjarsari pada saat itu sedang mendung dan tertutup dengan kabut, sehingga hilal tidak berhasil dilihat oleh perukyat. Menurut Suhadi, waktu pemantauan hilal dilakukan selama 4 menit tepatnya mulai pukul 17.00 sampai dengan 17.04 WIB, dimana tim perukyat merupakan siswa siswi MAN 2 Blitar serta beberapa orang perukyat yang lainnya.

"Untuk selanjutnya hasil dari pemantauan rukyatul ini disidangkan oleh hakim dari Pengadilan Agama Blitar, dan berikutnya hasilnya akan dikirimkan ke Kementrian Provinsi Jatim dan Kemenag RI dan dijadikan sebagai bahan dalam sidang isbat. Sehingga, untuk penetapan 1 Syaw 1440 H akan diumumkan dalam sidang isbat yang dilakukan Kementerian RI," imbuhnya.

Untuk diketahui Bukit Banjarsari Desa Wonotirto Kecamatan Wonotirto menjadi salah satu titik pengamatan rukyatul hilal di Jawa Timur. Selain Kemenag Blitar, rukyatul hilal di Bukit Banjarsari juga dihadiri Kemenag se-eks karesidenan Kediri. Di antaranya Kota/Kabupaten Kediri, Kota/Kabupaten Blitar, dan Tulungagung.[ADV]

Bagikan melalui: