Perempuan Kota Blitar Lebih Puas Setelah Suaminya Di-Vasektomi

Perempuan Kota Blitar Lebih Puas Setelah Suaminya Di-Vasektomi
MOP: Salah satu peserta KB pria saat menjalani operasi pada acara advokasi penggerakan dan informasi pengendalian penduduk dan pawai KB di halaman kantor Wali Kota Blitar, Minggu (18/03/2018) lalu. FOTO: PETAPORTAL/FAISAL NUR RACHMAN

BLITAR | PETAPORTAL-Para perempuan di Kota Blitar mengaku lebih puas setelah suaminya ber-KB dengan modus vasektomi.

Secuil romantisme di dalam rumah yang sempat terkikis karena disibukkan mengurus anak, pun seabrek problema pemenuhan ekonomi dan tetek bengek lainnya, perlahan kini menghangat lagi.

Pengakuan para perempuan tersebut, terungkap dari serangkaian wawancara pewarta petaportal sepanjang Minggu (18/03/2018) atau pasca-25 suami melakukan operasi vasektomi yang digelar Pemkot Blitar hingga Jumat (23/03/2018) kemarin.

Mayoritas perempuan-perempuan ini mengkekspresikan rasa bangga terhadap para suaminya karena telah rela mengambil alih beban ber-KB yang selama ini seolah hanya menjadi tanggung jawab para istri.

Meski sedikit malu-malu ketika ditanya soal perubahan  setelah para suami ber-KB vasektomi, namun mereka mengaku lebih puas karena kehidupan rumah tangganya mulai berwarna dan dinamis, dengan bahasa yang beragam.

"Kalau soal itu (kehidupan ranjang) rasanya lebih rileks dan saling membutuhkan. Diskusi soal kehidupan sehari-hari juga lebih terbuka dan terkomunikasikan dengan baik. Ya, begitulah kira-kira." ungkap seorang wanita yang mewanti-wanti jati dirinya dirahasikan.

Menurut dia, sejauh ini masyarakat menganggap masih tabu mengungkap sepenggal kehidupannya di atas ranjang, meski sejatinya hal itu bagian dari sex education yang semestinya tak perlu ditutup-tutupi.

Hanya saja, kata perempuan yang kelihatan memiliki derajat keilmuan terdidik ini, bisa mentolelir mengingat kebutuhan psikologis dalam rumah tangga masuk dalam privasi yang tidak bisa diumbar begitu saja.

"Tapi ngomongin soal ruamh tangga kan tak cuma melulu soal itu (kehiduoan ranjang). Di sana ada proses pembelajaran dan semua anggota rumah tangga mulai suami sebagai kepala keluarga, isteri dan anak-anak harus terlibat. Jujur dan terbuka," kata sejumlah perempuan lain ditemui di ruang dan waktu berbeda mencoba berdiplomasi.

Sedangkan salah seorang peserta KB pria, Andri Siantoro, usai operasi vasektomi mengaku lebih nyaman. Dia berharap kesehatannya makin bugar dan ke depan dikaruniai keluarga ideal.

"Supaya bisa lebih sehat dan aman saja saat berhubungan suami istri. Saya kira program KB pria ini bagus kalau ingin punya keluarga yang ideal. Apalagi anak saya juga sudah dua," aku lelaki yang tinggal di Jalan Bali Kota Blitar ketika ditanya motivasi ikut KB pria, usai mengikuti operasi vasektomi di acara advokasi penggerakan dan informasi pengendalian penduduk dan pawai KB di halaman kantor Wali Kota Blitar, pekan lalu.

Sementara Pemkot Blitar sendiri tahun 2018 ini mentargetkan sebanyak 130 suami bisa mengikuti vasektomi.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Pemkot Blitar, Sulistiani, optimis target itu tercapai mengingat tahun 2017 lalu ada 145 suami mengikuti KB vasektomi.

"Apalagi masyarak sudah mulai merasakan manfaat kesehatan setelah operasi vasektomi dan dapat menjaga keberlangsungan hubungan suami istri," kata Sulistiani. []

FAISAL NUR RACHMAN

Bagikan melalui: