Wabub Marhaenis, Serukan Masyarakat Blitar Selatan Wajib Dapat Air Bersih

Wabub Marhaenis, Serukan Masyarakat Blitar Selatan Wajib Dapat Air Bersih
Sampel. Petugas Badan Geologi, Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan Kementerian ESDM, Manaris Pasaribu serta BPBD Bidang Kedaruratan Kabupaten Blitar, ketika melakukan pengecekan kadar air tanah di sumber air (mbelik) Desa Tugurejo. Foto : PETAPORT

BLITAR | PETAPORTAL – Wakil Bupati Blitar Marhaneis UW menyerukan agar pemerintah kabupaten Blitar memberikan perhatian serius terhadap air bersih bagi masyarakat Blitar selatan. Seruan ini disampaikan oleh Marhaenis sebagai bagian dari agenda memberikan kebutuhan air yang layak konsumsi bagi masyarakat Blitar selatan.

“Pemerintah harus secara maksimal dalam melakukan pelayanan khususnya dalam pemberian air bersih bagi masyarakat Blitar selatan. Sebab kebutuhan air bersih merupakan salah satu kebutuhan utama masyarakat,” terangnya saat di jumpai wartawana di kediamannya. Hal ini menanggapi dari keresahan orang nomer dua di kabupaten Blitar terkait beredarnya kabar mengenai kualitas air yang kotor dibeberapa media. Marhaneis menyesalkan jika sampai itu terjadi diwilayah Blitar.

Henis menjelaskan jika apa yang terjadi diwilayah selatan Blitar tersebut saat ini sedang dilakukan penelitian. Pemkab Blitar telah mengupayakan dengan melakukan penelitian dengan mengambil sampel air yang dinyatakan kotor. Untuk itu memalui dinas terkait pihaknya menyatakan jika keseriusan pemkab Blitar dalam menanggulangi masalah air bersih menjadi fokus utama pemkab khususnya yang menyangkut masyarakat banyak. “Kami fokus untuk melakukan penelitian dengan meminta OPD terkait untuk aktif turun melakukan pemantaun kualitas air, semoga masalah kualitas air di blitar selatan bisa kita selesaian secepatnya,” terangnya.

Sementara itu sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar, Marhaendra, menandaskan berdasarkan kebijakan Bupati Blitar, persoalan kebutuhan dasar akan air bersih merupakan kebutuhan yang sangat substantif (utama). Di musim kemarau saat ini, kata Marhaendra, pemerintah telah menginisiasi dropping air bersih di wilayah Kabupaten Blitar yang berpotensi kekeringan air bersih, seperti di Kecamatan Binangun, Kecamatan Wates, Kecamatan Wonotirto dan Kecamatan Panggungrejo.

Langkah tersebut, sambung dia, sudah dimulai sejak tanggal 8 Juli 2019 kemarin. Untuk dropping air bersih di Desa Tugurejo, Kecamatan Wates dilakukan tanggal 9 hingga tanggal 10. Kemudian berlanjut pada tanggal 25, 31 Juli hingga tanggal 2 Agustus 2019.

“Peristiwa yang ada di Tugurejo ini, mereka (masyarakat Desa Tugurejo) membutuhkan air bersih, kita dropping. Karena sementara ini permintaan dari kepala desa itu yang sesuai surat kepala desa, menginginkan dropping air bersih  RT 27 sampai RT 30. Sedangkan RT 31 sampai RT 33 tidak meminta adanya dropping air,” tegas Marhaendra. Dia berharap, BPBD Kabupaten Blitar beserta OPD terkait bisa bersama-sama mencari solusi yang permanen untuk mencukupi kebutuhan air bersih, terutama di kawasan Blitar selatan.

Petugas dari Badan Geologi, Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan Kementerian ESDM, Manaris Pasaribu serta BPBD Bidang Kedaruratan Kabupaten Blitar, ketika melakukan pengecekan kadar air tanah di sumber air (mbelik) Desa Tugurejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar, menilai kualitas air di sumber air tersebut tidak kotor dan berbau seperti yang diberitakan di media online nasional.[ADVETORIAL]

Bagikan melalui: