Wakil Bupati Blitar Apresiasi Pelatihan Buruh Migran Kabupaten Blitar

Wakil Bupati Blitar Apresiasi Pelatihan Buruh Migran Kabupaten Blitar
Pelatihan. Bappeda Blitar saat mengelar pelatihan Migran Care. Foto: PETAPORTAL/Istimewa Pemkab Blitar

BLITAR | PETAPORTAL – Wakil Bupati Blitar, Marhaenis UW memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan pelatihan buruh mingran yang diselengarakan oleh Bappeda kabupaten Blitar. Pelatihan buruh mingran ini nantinya di harapkan menjadi embrio terhadap keahlian yang akan di terima oleh para pekerja migran yang berasal dari kabupaten Blitar.

“Kami berharap masih dominannya keinginan masyarakat menjadi pekerja migran, dengan mengelar pelatihan maka di harapkan akan dapat menumbuhkan skill untuk bekerja lebih baik,” terang Marhaenis saat di wawancarai oleh Petaportal.com. Marhanis menyambut baik segala upaya yang dilakukan berbagai unsur dinas lingkungan Pemkab Blitar untuk memberikan pelatihan bagi para pekerja migran.

Sebab saat ini di akui oleh Marhaenis jika kebutuhan akan angka kerja masih cenderung meningkat. Oleh sebab itu salah satu bidang pekerjaan yang digemari oleh warga Blitar harus mendapat perhatian serius agar dapat memberikan pendapatan yang layak bagi masyarakat. Menjadi pekerja migran menurut Wakil Bupati Blitar dari PDI Perjuangan ini sebenarnya bukan pilihan terbaik. Namun tingginya angka kebutuhan terhadap pekerjaan menjadi salah satu pilihan cerdas yang dapat membuka peluang kerja. “Kami berharap dengan adanya pelatihan tersebut akan mampu menjadi salah satu upaya pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan dengan memberi skill,” tegasnya.  

Dalam pelatihan tersebut hadir tiga narasumber yaitu Kepala Dinas Tenaga Kerja Haris Susianto, SH. M Si, Sulistiyaningsih seorang Purna PMI yang juga dari Persatuan Tenaga Kerja Indonesia Purna dan Abdul Aziz dari Sedulur UKM.  Sedangkan peserta rakor ini adalah Dinas tenaga Kerja, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro dan 70 Calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Kabupaten Blitar.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Tuti Komaryati dalam sambutanya  mengatakan bahwa pada tahun 2017, ada sekitar 8.426 PMI asal Kabupaten Blitar yang bekerja ke luar negeri. 80 persen negara tujuan PMI adalah Taiwan, Hongkong, Singapura dan Malaysia. Mayoritasnya adalah kaum perempuan yang bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga.

Remiten (transfer uang) PMI Kabupaten Blitar selama setahun sekitar Rp 450-500 miliar per tahun, lebih tinggi daripada anggaran belanja modal pemerintah daerah yang berkisar di angka Rp 300 miliar per tahun. Maka tak berlebihan jika PMI dinobatkan sebagai Pahlawan Devisa Kabupaten Blitar.

Tingginya animo masyarakat Blitar menjadi PMI, dikarenakan banyak warga masyarakat yang ingin meningkatkan taraf ekonomi mereka, sehingga Pemerintah Daerah saat ini terus meningkatkan sosialisasi, untuk menghindari adanya PMI ilegal atau Non Prosedural, sehingga hak-hak dan keselamatannya dapat dipantau dan dilindungi oleh Pemerintah.

Dalam upaya untuk melindungi dan memberikan bekal pengetahuan yang cukup bagi para calon PMI Kabupaten Blitar, Pemerintah Daerah perlu untuk berinovasi, memikirkan bagaimana pada PMI Kabupaten Blitar dapat sejahtera sepulang dari pengabdiannya. “Para calon PMI perlu diberikan bekal life skill berupa kewirausahaan. Bagaimana agar calon PMI selama bekerja, dapat mengembangkan naluri bisnisnya, mengembangkan jejaring usaha/perdagangan, memasarkan produk-produk unggulan Kabupaten Blitar,” terangnya dihadapan peserta pelatihan.[HMS/ADV]

 

Bagikan melalui: